Tips Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Taukah kamu bahwa di negara kita Indonesia, salah satu penghasil sampah terbesarnya adalah rumah tangga. Rata- rata setiap orang menghasilkan sampah sebanyak 800 gram perharinya.

Nah kabar buruknya, apabila sampah – sampah ini tidak dikelola dengan baik dan benar, maka akan bisa menyebabkan kerusakan pada unsur tanah dan juga unsur air.

Makanya, anda juga sebetulnya juga harus berpartisipasi untuk bisa mengelola sampah sendiri dengan baik dan benar, agar lingkungan bisa terjaga dengan baik dan nyaman. Berikut ini adalah kiat – kiat yang bisa anda coba untuk mengelola sampah rumah tangga.

  1. Pilah sampah sesuai dengan jenis – jenisnya

Untuk mengelola sampah rumah tangga, hal yang paling pertama harus anda lakukan adalah memilahnya dan memisahkannya sesuai dengan jenis sampah tersebut. Lebih gampangnya, secara umum ada dua jenis sampah yaitu sampah organik dan juga sampah anorganik. Lebih lanjut lagi, sampah anorganik itu bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Itu terserah bagaimana cara anda mengelolanya karena tiap orang bisa berbeda – beda.

  1. Cara mengelola sampah rumah tangga berbahan organik

Sampah – sampah organik adalah sampah – sampah yang berasal dari bahan makanan yang sebelumnya telah kita konsumsi. Misalnya, sayur, kulit buah, cangkang telur, tukang ikan, dsb.

Cara yang sudah kita ketahuinya pasti mengenai cara mengelola sampah organik adalah dengan menjadikannya pupuk kompos untuk keperluan anda berkebun. Tapi jika anda tidak memiliki kebun, anda bisa memberikannya kepada tetangga yang memang memiliki kebun, atau bahkan menjualnya jika perlu.

  1. Cara mengelola sampah rumah tangga non organik

Nah sampah – sampah yang bukan dari sisa makanan dan tidak bisa dikomposkan, bisa kamu bagi – bagi menjadi beberapa kategori.

Nah itu adalah beberapa tips yang bisa kami berikan. Selain mengelola sampah rumah tangga, anda juga bisa berpartisipasi untuk mengurangi sampah rumah tangga dengan membuangnya ke bak sampah fiberglass.

Contohnya  anda bisa menggunakan totebag atau tas kain ketika berbelanja, atau anda pilih barang – barang yang betul betul bagus agar lebih awet digunakan, atau juga bisa menghindari makanan yang di bungkus dengan plastik atau juga sterofoam.